Dukung HPS, Jejangkit Ditanami Penghijauan

Ratusan warga memenuhi kawasan Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu (29/09). Mereka melakukan penanaman pohon penghijauan di kawasan setempat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batola menyediakan 1.700 bibit trembesi, tanjung, angsana, dan mahoni untuk ditanam di kiri kanan jalan.

Penanaman pohon yang melibatkan seluruh pimpinan SKPD dan staf beserta seluruh lapisan masyarakat ini dalam rangka mensukseskan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dipusatkan di Jejangkit Muara, 20 Oktober mendatang.

Pencanangan ini ditandai pembagian bibit pohon penghijauan, alat kebersihan berupa sapu, drum, tempat sampah, pot gantung dan bunga kepada masing-masing perwakilan untuk di tanam di seluruh desa  di kawasan Jejangkit.

Penanaman pohon penghijauan diawali Bupati Batola Hj Noormiliyani, Wakil Bupati H Rahmadian Noor didampingi isteri Hj Saraswati Dwi Putranti, Sekda Supriyono didampingi isteri Hj Sri Wahyuningsih, dan para forkompimda masing-masing beserta isteri.

“Dengan melibatkan warga secara lnagsung tentu akan dapat menumbuhkan rasa cinta dan peduli yang tinggi terhadap lingkungan,” katanya Ketua Panitia Pelaksana, Taufikurrahman.

Kabid Konservasi DLH Batola ini menambahkan, penghijauan yang dilakukan juga dilengkapi tanaman hias berupa bugenvil, pucuk merah, dan ketapang kencana yang dilengkapi pot gorong-gorong.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS saat mencanangkan kegiatan di halaman SDN Jejangkit Muara 1 mengharapkan, guna kelancaran kegiatan hendaknya seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Jejangkit untuk benar-benar turut serta mendukung suksesnya gerakan penanaman pohon dengan memelihara dan merawat pohon yang ditanam sehingga dapat tumbuh subur dan berkembang dengan baik.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu juga berharap, upaya penanaman pohon dapat terus dilaksanakan tidak sekadar pada momen-momen tertentu namun dapat dilakukan secara perorangan atau kelompok yang didasari rasa kepedulian lingkungan yang tinggi dari seluruh komponen.

Isteri mantan Bupati Batola H Hasanuddin Murad itu menilai, penanaman pohon penghijauan sangat penting karena disadari saat ini telah terjadi proses pengrusakan lingkungan terus terjadi seiring meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfir dan permukaan bumi yang menyebabkan bumi semakin panas dan merubah tata iklim.

Ia mengatakaan, penyebab utama pemanasan global antara lain disebabkan adanya efek rumah kaca, meningkatnya gas karbon dioksida (Co2), polusi kendaraan berbahan bakar bensin, polusi metana oleh pertanian, perkebunan, dan peternakan germasuk pemborosan energi listrik, pembakaran sampah serta pengrusakan dan pembakaran lahan atau hutan secara berlebihan.

Oleh karenanya, melalui penanaman pohon, Noormiliyani berharap selain mampu menghijaukan dan menambah keindahan juga dapat menjadi satu bagian upaya bersama untuk mengatasi pengrusakan lingkungan yang lebih para sekaligus menjaga keselamatan dan kelangsungan hidup yang sehat bagi masa mendatang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.