Bupati Lauching Proyek Perubahan “Kaleng Kaca”

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Hj Harliani SIP MSi akhirnya berhasil menyelesaikan tugasnya melakukan proyek perubahan melalui inovasi “Kaleng Kaca” alias wadah memasukan Karya Baca masyarakat.

Melalui inovasi itu, masyarakat diharapkan dapat termotivasi untuk rajin membaca. Mengingat strategi yang diterapkan dalam inovasi Kaleng Kaca ini dengan cara mengajak masyarakat menuangkan kembali hasil bacaannya ke dalam bentuk tulisan untuk selanjutnya dimasukan ke dalam kaleng (tempat menampung karya baca) yang kemudian diterbitkan sebagai suatu karya cipta masyarakat sekaligus menambah koleksi bahan pustaka bagi Dispersip.

Proyek perubahan Kaleng Kaca ini telah di-launching oleh Bupati Batola Hj Noormiliyani AS disaksikan Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor, para forkompimda, para pimpinan organisasi wanita, para pimpinan SKPD, dan lainnya di Aula Selidah Kantor Bupati Batola, Senin (01/10).

Peluncuran Proyek Perubahan Kaleng Kaca ini juga ditandai pernyataan dukungan dari Komunitas Pecinta Buku (Kocibu) dan penandatanganan komitmen Pemkab Batola yang diawali oleh bupati, wakil bupati, para forkopimda, para pimpinan organisasi wanita, dan para pimpinan SKPD dalam mendukung peningkatan minat baca melalui Kaleng Kaca.

Sebagai bentuk motivasi bagi masyarakat di kesempatan launching ini Bupati Batola Hj Noormiliyani AS juga menyumbangkan karya tulisnya serta memasukannya ke dalam Kaleng Kaca yang dibawa para Kocibu.

Noormiliyani mengatakan, berdasarkan data tahun 2017 frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya 3 sampai 4 kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya 5 hingga 9 buku per tahun.

Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, sebanyak 91,47 persen anak usia dini lebih suka nonton televisi dan 13,11 persen yang suka membaca. Berdasarkan survei ini, maka dapat dikatakan tingkat membaca masyarakat Indonesia masih kurang khususnya bagi anak usia dini.

Untuk itu, sebut bupati, pemerintah mendorong masyarakat untuk maksimal membaca. Mengingat minat baca masyarakat saat ini tergolong sangat rendah serta membutuhkan strategis dalam memotivasinya.

Kondisi ini tentunya membutuhkan pemikiran kreatif, sederhana, namun efektif agar masyarakat mempunyai minat membaca buku tanpa dipaksa sehingga secara bertahap tumbuh keinginan membaca dengan kesadaran sendiri.

Sebelumnya, Kepala Dispersip Batola Hj Harliani SIP MSi mengatakan, maksud dilaksanakannya kegiatan ini sebagai bentuk implementasi dari proyek perubahan yang menjadi gagasan dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat di Batola.

Sedangkan tujuannya, untuk mensosialisasikan strategis yang akan dilaksanakan dalam proyek perubahan yang dilakukan sebagai peserta Diklatpim II Angkatan XIV Tahun 2018 di BPSDM Provinsi Kalsel.

“Melalui proyek ini diharapkan dapat meminimalisir masalah kurangnya minat baca masyarakat yang diantaranya disebabkan adanya pengaruh pesatnya perkembangan sarana media informasi dan media sosial,” katanya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.