Warga Rutan Marabahan Ikuti Pencanangan HDKD

Suasana berbeda berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Marabahan, Rabu (03/10) pagi. Para penghuni rutan yang berjumlah 310 orang yang terdiri dari para tahanan, warga binaan, narapidana (napi) ditambah 66 karyawan/karyawati berbaris memenuhi pekarangan tengah rutan Rutan Klas IIB itu.

Mereka berbaris mengikuti Upacara Pencanangan Pekan Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Tahun 2018 dan Gerakan Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkum HAM).

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kepala Rutan Klas IIB Marabahan Mochammad Muhidin BcIP SH. Upacara yang berlangsung pukul 08.00 Wita itu diawali laporan perwira upacara, penghormatan, serta laporan komandan upacara.

Menariknya, upacara yang berlangsung khidmat ini berisi penandatanganan komitmen bersama gerakan disiplin ASN, pembacaan deklarasi gerakan disiplin ASN, serta penyematan pita kepada tim pengawas dan pengendalian disiplin ASN Kemenkum HAM oleh Inspektur Upacara Mochammad Muhidin.

Saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly kepala Rutan Marabahan M Muhidin mengatakan, makna dari peringatan HDKD salah satu indikator dari sudut pandang waktu. Dimana seluruh jajaran Kemenkum HAM hendaknya dapat saling instrospeksi diri atas pengabdian yang diberikan serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Tahun ini mari kita peringati HDKD Kemenkum HAM dengan penuh makna. Bagun sinergitas dengan sesama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dengan menghasilkan jalan keluar yang lebih berkualitas,” ajaknya.

Ajakan Menkum HAM ini sesuai dengan tema HDKD tahun ini yakni “Sinergi Kerja-Kami Pasti”. Sedangkan simbol yang dipilih binatang tupai yang menggambarkan cerdas, lincah, tangguh, dan pantang menyerah.

Menteri menerangkan, simbol yang diambil ini bermakna sebagai ASN harus mampu bekerja keras dan bekerjasama, berjiwa kasatria untuk mengabdi pada bangsa dan negara.

Di kesempatan peringatan HDKD tahun 2018 Menteri Hukum dan HAM mengingatkan para ASN untuk senantiasa taat beribadah dan berdoa, memohon perlindungan dan kasih sayang tuhan yang maha esa agar diberikan keselamatan dan kasih sayang-Nya.

Selanjutnya, mengambil hikmah dari setiap musibah dengan tidak pernah putus asa dalam menghadapi setiap cobaan dan tantangan, saling sinergi dan bersatu dalam bekerja dan berkinerja, terus memelihara kelestaarian alam semesta mulai dari menjaga lingkungan sekitar dan mengurangi penggunaan produk-produk yang dapat merusak lingkungan, serta menjaga nama baik bangsa dan negara, khususnya institusi Kemenkum HAM.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.