Kebiasaan Buruk Masih Rentan Pemicu Kebakaran

Perilaku masyarakat yang suka membuka hutan dengan cara membakar sepertinya tak sertamerta tertanggalkan sepenuhnya. Namun kebiasaan buruk itu masih rentan menjadi pemicu terjadinya kebarahan hutan dan lahan (karhutla).

“Berdasarkan pengalaman beberapa kejadian tahun lalu, kebiasaan masyarakat membuka dan membersihkan lahan masih ditemukan,” tutut Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS di sela Apel Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman gudang Sistem Resi Gudang (SRG) Desa Puntik Luar Kecamatan Mandastana, Selasa (10/10).

Bupati mengingatkan, masyarakat untuk meninggalkan sepenuhnya kebiasaan buruk membakar lahan, mengingat hal itu selain menimbulkan kebakaran hutan dan lahan juga berisiko menyebar hingga permukiman penduduk.

“Banyak kerugian dari terjadinya kebakaran. Selain merusak lingkungan dan permukiman juga berdampak munculnya kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan,” katanya.

Terkait pelaksanaan Apel Tanggap Darurat Bencana (Apel Kesiapsiagaan), Noormiliyani mengingatkan, seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap masalah kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kabupaten Batola.

Ia berharap masalah kebakaran hutan dan lahan ini menjadi perhatian bersama, khususnya seluruh personil peserta apel, untuk senantiasa mengingatkan dan menghimbau warga dimana pun. Dan jika menemukan adanya indikasi masyarakat akan membakar hutan atau lahan supaya dicegah.

“Sampaikan kepada masyarakat bahwa prilaku membakar hutan atau lahan tersebut selain menimbulkan dampak negatif juga terdapat sanksi hukum pidana bagi pelakunya yang ancaman hukumannya hingga 10 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar lebih,” pintanya.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu minta seluruh masyarakat untuk menjaga berbagai pemicu munculnya titik api, agar terjadinya kebakaran bisa dicegah dan mengantisipasi terulangnya karhutla di seluruh wilayah Batola.

Apel Tanggap Darurat Bencana di SRB Desa Puntik Luar Mandastana yang diikuti ratusan peserta dari berbagai komponen masyarakat seperti para sukarelawan, ormas dan kepemudaan, BPK serta lainnya ini juga dihadiri pihak BPBD Provinsi Kalsel, Kapolres Batola AKBP Mugi Sekar Jaya SSos SIK, Sekdakab Batola yang juga Kepala (exofficio) BPBD, para pimpinan SKPD, dan para camat se-Batola.

Apel kesiapsiagaan bencana ini juga ditandai simulasi penyemprotan alat pemadam kebakaran dari Bupati Batola Noormiliyani didampingi para pejabat dan undangan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.