Persiapan HPS Sudah 90 Persen

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tinggal hitungan hari. Persiapan menyambut even akbar yang akan dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri puluhan dubes serta ribuan undangan ini sudah mencapai 90 persen.

Demikian diungkapkan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam Keterangan Pers Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 dengan media-media nasional di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis (11/10) malam.

Gubernur yang didampingi Wakil Bupati Barito Kuala (Batola) H Rahmadian Noor, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Pending Dadih Permana, dan sejumlah pejabat Provinsi Kalsel dan Batola itu mengatakan, Kalsel sangat berterima kasih atas program pengembangan lahan pertanian rawa. Mengingat keberadaan Kalsel yang secara geografis merupakan daerah agraris serta sebagian besar lahan pertaniannya merupakan kawasan rawa.

Karena itu, adanya tawaran kemungkinan penambahan kembali lahan untuk program optimalisasi hingga 10 ribu hektar di kesempatan berikut ia pun dengan sertamerta menyatakan kesanggupannya.

Gubernur menerangkan, keberadaan lahan pertanian di Kalsel sesungguhnya sudah terolah, namun belum optimal serta masih banyak yang belum terolah alias merupakan lahan tidur.

Karenanya dengan adanya program optimalisasi lahan pertanian lebak saat ini gubernur menilai merupakan langkah tepat serta diibaratkannya tengah membangunkan ‘raksasa yang sedang tidur’.

Gubernur yang akrap disapa Paman Birin itu sangat mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan presiden beserta jajaran kementerian khususnya Kementerian Pertanian yang telah mempercayakan Kalsel sebagai pilot percontohan penerapan optimasi lahan sub optimal rawa.

Ia pun berjanji akan menyikapi kepercayaan yang diberikan tersebut dengan bekerja secara maksimal dan sungguh-sungguh. Lebih-lebih kegiatan yang dilaksanakan juga sesuai dengan visi dan misi Kalsel sendiri dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta lumbung pangan nasional.

Terkait pengelolaan lahan di Jejangkit, gubernur optimis sukses akan berjalan sukses. Lebih-lebih dengan adanya kepedulian dan kebersamaan warga serta dukungan dan keterlibatan langsung seluruh lapisan masyarakat di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

“Yang membanggakan saya dengan kegiatan di Jejangkit semua elemen terlibat baik kabupaen/kota, para organisasi, mahasiswa, pelajar, perusahaan-perusahaan dan lainnya yang secara bergotong-royong turun ke sawah,” katanya.

Dirjen PSP Kementan, Pending Dadih Permana optimis optimalisasi lahan rawa di Jejangkit dapat meningkatkan swasembada beras setelah melihat langsung perkembangan pilot percontohan model pertanian terpadu seluas 750 hektar saat ini.

Ada dua hal yang membuat keoptimisan Dadih, yaitu sudah berhasilnya pengelolaan tata air yang ujicoba pompa besar yang mengatur tata air telah berhasil digerakan serta penanaman padi VUB Inpara memperlihatkan pertumbuhan yang baik yang diperkirakan bisa memproduksi padi 5 – 6 ton per hektar.

Menyinggung target pembukaan lahan seluas 4.000 hektar di Jejangkit, Dirjen PSP Kementan itu menargetkan hingga Desember 2018 nanti akan selesai tergarap. Sementara dalam pengelolaannya akan dilaksanakan secara terpadu yang melibatkan semua instanti terkait.

Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor mengatakan, Pemkab Batola senantiasa mengapresiasi program optimalisasi lahan rawa lebak di daerahnya dengan memberi respons aktif baik melalui aksi langsung di lapangan maupun dukungan melalui anggaran.

Saat ini katanya Pemkab Batola telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 miliar dalam mendukung kegiatan HPS terkait segala kebutuhan sarana prasarana baik infrastruktur maupun yang lainnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.