5 Tahun Lalu Sudah Panen Otomatis

* Produksi 2017 Lebih Meningkat–

Sejak 5 tahun lalu, para petani di Barito Kuala (Batola) melaksanakan panen padi sudah tak lagi manual. Mereka telah mempergunakan mesin panen otomatis Crown Combine Harvester.

Tentu saja banyak keunggulan dengan mempergunakan alat otomatis, diantaranya selain cepat (hanya 2 jam per hektar) juga padi yang dipanen sudah berbentuk butiran kering dan masuk karung.

“Dulu kita panen pakai ani-ani (ranggaman), sekarang dengan kemajuan teknologi semuanya bisa dilakukan secara praktis dan efesien baik waktu maupun tenaga,” katanya di sela pelaksanaan Panen Raya Padi di Desa Andaman I Kecamatan Anjir Pasar, Selasa (01/08).

Mantan anggota DPRRI itu mengakui, selama kepemimpinannya 10 tahun telah banyak kemajuan bidang pertanian. Setidaknya dibuktikan dari banyaknya penghargaan yang diraih serta banyaknya kunjungan pejabat maupun daerah yang melakukan studi banding.

“Kita pernah dikunjungi Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, Rombongan DPRRI, Menteri Negara Brunei Darussalam, dan yang lain-lainnya,” katanya.

Atas keberhasilan itu, Hasan mengucapkan, terima kasih dan penghargaan terutama kepada para petani, dinas pertanian, penyuluh, Mantri Tani, PUPP, Gapotan, KT dan lainnya yang bekerja luar biasa.

Bupati yang akrap disapa pak Hasan itu mengajak, keberhasilan yang diraih untuk dipertahankan. Ia juga mengakui di balik keberhasilan masih terdapat ketidaksempurnaan lantaran terdapat beberapa tunggakan pengembalian pinjaman untuk pembelian pupuk bersubsidi tanpa bunga.

Untuk itu, ia mengimbau para petani supaya memperhatikan pengembalian agar program yang dilaksanakan berjalan lancar dan tahun berikutnya bisa kembali meminjam serta tidak menimbulkan permasalahan hukum.

Panen di Desa Andaman, Anjir Pasar, Batola ini tergolong berhasil. Produksi padi petani rata-rata di atas 10 blek per borong, bahkan ada yang mencapai 17 blek per bong. Bupati Hasanuddin Murad terlihat senang dan bangga menyaksikan itu.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Kadistan TPH) Zulkifli Yadi Noor mengatakan hasil panen 2017 ini, khususnya di Kecamatan Anjir Pasar, mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. “Dari beberapa kali ubinan yang kita lakukan mengalami peningkatan rata-rata 12 blek per borong,” katanya.

Zulkifli menerangkan, secara keseluruhan luas tanam tahun 2017 di Batola mengalami peningkatan yakni mencapai 104.000 hektar lebih. Sementara khusus di Kecamatan Anjir Pasar terdapat 8.000 hekter dan 6.000 hektarnya terdapat di Desa Andaman.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.