Tanggungkan Kegagalan dengan Asuransi

Bagi petani yang bergelut di bidang usaha budidaya padi atau buruh tani padi tak perlu lagi was-was resiko kegagalan panen. Dengan menggandeng PT Asuransi Jaya Indonesia (AJI),  Kementerian Pertanian (Kementan) kini mengeluarkan program untuk mensubsidi asuransi budidaya tanaman padi melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Melalui perusahaan BUMN ini petani bisa menjaminkan kegagalan panennya guna mendapatkan pertanggungan (pergantian). Besaran premi yang dibayar peserta terbilang murah, yakni Rp36 ribu per hektar dalam satu kali musim tanam dengan nilai pertanggungan hingga Rp6 juta.

Besaran nilai asuransi proposional dengan luas tanam, misalnya untuk lahan setengah hektar cukup membayar setengahnya saja dan mendapatkan pertanggungan setengahnya juga. Biaya asuransi menjadi murah karena pemerintah mensubsidi premi sebanyak 80 persen dari total premi yang dibayar.

Resiko yang dijamin AUTP di terdiri jangka waktu pertanggungan satu kali musim mulai tanam hingga panen, resiko yang ditanggung antara lain bencana banjir, kekeringan, dan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) tertentu seperti serangan hama seperti ikus, wereng coklat, walang sangit, penggerek batang, ulat grayak, penyakit blast, tungro, bercak coklat, busuk batang, dan kerdil hampa. Sedangkan klaim bisa diajukan apabila kerusakan akibat gagal panen mencapai 75 persen.

Pada pelaksanaan Panen Raya Padi di Desa Andaman I Kecamatan Anjir Pasar, Selasa (01/08), PT AJI menyerahkan klaim asuransi AUTP kepada Kelompok Tani (KT) Budi Berkat, Berkat Bersama, dan Giat Maju masing-masing senilai Rp16 juta, Rp19 juta, dan Rp30 juta.

Bottom of Form

Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad menyarankan para petani di daerahnya menyarankan untuk mengantisipasi kegagalan panennya dengan mengikuti program AUTP. Mengingat program ini dipandang sangat memberi manfaat bagi petani.

“Bukan berarti kita mengharapkan kegagalan atau sengaja dibuat-buat menjadi gagal namun saya memandang keberadaan asuransi ini sangat menolong petani dalam mengantisipasi kegagalan,” katanya.

Mantan anggota DPRRI itu menyebutkan, pemerintah meluncurkan jenis asuransi ini dalam upaya mensupport petani untuk tidak khawatir kegagalan sekaligus menolong dari kerugian.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.