Disdukcapil Terus Jemput Bola Kejar Program KIA

Terbitnya Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA) menambah tugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) diseluruh Indonesia. Dalam kaitan itu Disdukcapil Brito Kuala (Batola) terus berkeliling kecamatan melakukan jemput bola memberikan sosialisasi serta pelayanan massal kepada masyarakat.

“Saat ini sudah ada 10 kecamatan yang sudah kami kunjungi. Yang belum tinggal Kecamatan Kuripan, Wanaraya, dan Belawang,” kata Kepala Disdukcapil Batola, Jakuinudin, kemarin.

Kadisdukcapil Batola yang akrap disapa pak Jakui ini menuturkan, program KIA ini sebenarnya dimulai sejak 2016 yang saat itu ada 50 kabupaten/kota ditetapkan sebagai pilot project (percontohan). Namun tidak selesai lantaran terkendala program baru dan dilanjut hingga sekarang.

Jakui menyebut, Dirjend Dukcapil Kemendagri mengupayakan tahun 2019 dari 514 kabupaten/kota terdapat 79,211 anak yang telah memiliki KIA. Saat ini baru 110 kabupaten/kota yang sudah menerbitkan kartu bagi anak usia 0 – 17 tahun kurang sehari.

Sementara bagi Batola, tutur mantan Kabag Organisasi (dulu Ortal) Setda Batola itu, baru mencapai 50 persen dari target yang ditentukan 85 persen. “Untuk mengejar 35 persen kekurangan itu kita terus keliling kecamatan untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Dimana kendalanya? Menurut Jakui, di samping keterbatasan anggaran juga perlunya dukungan seluruh elemen masyarakat dalam memberi penyadaran kepada masyarakat.

Khusus terkait anggaran, Kadisdukcapil Batola menambahkan, pihaknya sudah mengusulkannya baik melalui Perubahan APBD 2017 maupun APBD 2018. “Mudah-mudahan DPRD mendukung dan anggaran kita diterima sehingga 2018 bisa melaksanakan program nasional itu,” harapnya.

Jakui mengatakan, KIA merupakan kartu yang sangat penting dan sangat berguna bagi anak terutama untuk keperluan menabung, mengetahui identitas orangtua anak, serta berbagai kebutuhan lainnya.

“Makanya kami selalu turun mengimbau dan mengajak masyarakat, meminta bantuan camat, kades, perangkat desa, RT, RW, instansi terkait, tokoh masyarakat, bidan desa, puskesmas, KUA, UPT Disdik, dan seluruh lapisan pada saat sosialisasi dengan tujuan agar turut membantu memberikan penyadaran kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam upaya mendukung kelancaran pelayanan segala kebutuhan administrasi kependudukan, Jakui, berharap bisa pindah menempati ke bekas gedung DPRD Batola lama yang berada di Jalan AES Nasution. Mengingat keberadaan kantor yang ada sekarang dinilai agak sempit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga di bekas gedung DPRD itu nanti pelayanan bisa lebih nyaman. Lebih-lebih jika nantinya juga disiapkan genset dalam mengantisipasi jika terjadi listrik padam,” katanya.

4 thoughts on “Disdukcapil Terus Jemput Bola Kejar Program KIA

      1. Untuk di desa Berangas Timur Kecamatan Alalak itu bisa langsung di Kecamatannya bagian dukcapil tidak ya,masalahnya saya dtg kesana mereka memberikan info belum ada untuk pembuatan KIA. atau mohon info untuk websitenya Dukcapil Barito Kuala terima kasih

Leave a Reply to Le Oso Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.