DINKES KAMPANYEKAN PANGAN TANPA 3 P

MARABAHAN-DINKES BATOLA. Kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dalam upaya terselenggaranya suatu system pangan yang memberikan perlindungan bagi kepentingan kesehatan masyarakat, diwujudkan dengan menggelar acara Kampanye Pangan Tanpa 3 P (Pemanis, Pewarna dan Pengawet), bertempat di Aula Mufakat Marabahan. Senin (23/10/2017).

Nara sumber dalam Kampanye ini berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan, yakni Drs. Akhmad Yani, M. Si, Apt (Kepala Bidang Farmasi dan SDK) dan Rokhyatin Effendi, SKM, M. Ap (Kepala Seksi Alat Kesehatan, PKRT dan Keamanan Pangan) dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, yakni H. Sugian Nor, SKM, M.kes (Kepala Dinas Kesehatan) dan dr. Hj. Azizah Sri Widari, MPH (Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat).

Peserta Kampanye Pangan tanpa 3 P tersebut sebanyak 50 orang, yang terdiri dari 4 orang dari Dinas Kabupaten Barito Kuala, 19 orang petugas pengelola keamanan pangan Puskesmas se Kabupaten Barito Kuala, 11 orang dari unsur organisasi wanita (PKK, Dharma Wanita dan GOW) dan 16 orang dari kader pangan (Pengelola industry rumah tangga)
Kegiatan Sosialisasi tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Barito Kuala, H. Sugian Nor, SKM, M.Kes.

Dalam kegiatan Kampanye Tanpa 3 P tersebut di jelaskan antara lain :
1. Program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)
2. Kebijakan Keamanan Makanan dan Pembinaan & Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan (TPM) yang sesuai standar
3. Bahan berbahaya 3 P (Pemanis, Pewarna dan Pengawet) pada pangan dan cara produksi pangan yang baik untuk industry rumah tangga
4. Pangan aman dan bermutu

Keamanan pangan merupakan persyaratan utama yang harus dipenuhi produk pangan yang akan di edarkan ataupun dikonsumsi masyarakat. Sebelum diedarkan, Produk Pangan wajib mendapat sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRTP) dari Bupati cq. Dinas Kesehatan Kabupaten. Penyuluhan Keamanan Pangan merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Industri Rumah Tangga Pangan dan dalam prakteknya pangan harus terbebas dari 3P (pemanis buatan, pewarna merah/Rodhamin dan pewarna kuning/Methanil Yellow dan dan pengawet/borax/formalin). “Bahan pangan harus terbebas dari bahan pengawet yang dilarang seperti borax dan formalin” tegas Pak Sugian, begitu sapaan akrab beliau dalam paparannya dalam kegiatan ini.

Dengan adanya kegiatan kampanye 3P ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi yang lebih terperinci mengenai system keamanan pangan, baik kepada pihak yang memproduksi maupun yang mengkonsumsi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.