Di Era Medsos, Semangat Warga Desa Jejangkit Dipompa

Pendekatan silaturahmi  dan tatap muka masih penting dilakukan di tengah menggeliatnya media sosial (medsos). Apalagi, kekuatan media elektronik seperti televisi mampu menjamah kawasan pelosok desa dan media sosial, bersilaturahmi dan berdialog dengan masyarakat pedesaan masih dibutuhkan.

 

METODE tatap muka ini dilakoni Koalisi Kependudukan Kalimantan Selatan, Koalisi Muda Kependudukan Kalsel  bekerjasama dengan HSE Indonesia Provinsi Kalsel, Pusat Kajian Kebudayaan Banjar, PMI Kalsel serta Pelindo III Banjarmasin di Desa Jejangkit Pasar, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dalam aksi bakti sosial pada 29-30 Januari 2018.

“Lewat pertemuan tatap muka tentu masyarakat bisa diberikan pencerahan secara langsung isu-isu sekarang dengan metode zaman now dan kultur setempat,” ucap dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Dr (Cand) Taufik Arbain seperti dikutip jejakrekam.

Menurut dia, pendekatan tatap muka  pada masyarakat desa adalah metode yang mencoba  mengerem lajunya sikap “enggan goyub” dan kumpul-kumpul warga desa, akibat merambahnya media sosial di pedesaan yang disinyalir sesak dengan postingan isu yang kurang terfilter. “Ruang-ruang kegiatan kumpul-kumpul adalah salah satu membuat rekat warga. Maka dari itu, aktor-aktor kota penting mendorong kegiatan berorientasi desa dalam rangka mendorong dan meminimalkan kecenderungan yang sedang terjadi di perkotaan,” papar Taufik.

Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi Kalsel ini menjelaskan pengetahuan masyarakat desa yang didapat di televisi dan media sosial tidak cukup, kalau tidak ada testimoni dan advokasi langsung, di antara kesibukan warga yang bekerja di desa.

Acara bakti sosial yang digawangi Koalisi Kependudukan Kalimantan Selatan, Koalisi Muda Kependudukan Kalsel  bekerjasama dengan HSE Indonesia Provinsi Kalsel, Pusat Kajian Kebudayaan Banjar, PMI Kalsel serta Pelindo III Banjarmasin diisi dengan penyuluhan semangat bersekolah, pengetahuan hidup sehat dan pengetahuan keselamatan kerja. Acara ini juga melibatkan warga desa dan anak-anak desa setempat. Bahkan, banyak warga antusias untuk memeriksakan kesehatan dan pemberian obat gratis.

“Kami berterima kasih sekali atas kegiatan ini, apalagi malamnya ada acara nonton film Perang Banjar Pangeran Antasari, dapat konsumsi. Bahkan, anak-anak semua yang hadir dapat hadiah buku dan keperluan sekolah,” papar Salman.

Salman yang juga  warga Desa Jejangkit ini menyambut hangat bakti sosial sekaligus dialog dengan elemen yang terlibat dalam kegiatan itu. “Kami sebagai orangtua sadar pentingnya pendidikan dan kesehatan serta bisa memberikan semangat kepada anak-anak agar rajin bersekolah. Harapan kami sering-seringlah mengunjungi kami selaku warga desa,” ujar Salman.

Pun Bahrudin yang mendapat bingkisan dari PT Pelindo III Banjarmasin mengaku senang. Menurut Bahrudin, selama penyuluhan keselamatan kerja, warga Desa Jejangkit pun paham seperti apa harus bekerja.

“Kami juga ingin anak-anak kami yang ada bisa seperti itu. Ya, minimal menjadi buruh dan pegawai di perusahaan sawit yang bersebelahan dengan desa kami. Kami bangga pas anak-anak kami memakai kostum seperti itu, sambil berdoa semoga cita-citanya bisa seperti itu kelak,” kata Bahrudin

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.