Bupati Canangkan Kampung KB Kuala Lupak

Pencanangan Kampung Keluarga Berancana (KB) di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) berlanjut. Tahun 2018 ini pencanangannya dipusatkan di Desa Kuala Lupak Kecamatan Tabunganen, tepatnya di halaman SMPN setempat.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS menandai pencanangan dengan melakukan pemukulan gong serta penandatangan prasasti atas 14 desa dari 14 kecamatan terpilih se-Batola.

Pencanangan Kampung KB yang juga dihadiri Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor, Wakil Ketua Hj Sri Wahyuningsih Supriyono, para forkopimda atau yang mewakili, para pimpinan SKPD, para camat beserta Ketua TP-PKK Kecamatan, para kades dan Ketua TP-PKK Desa serta lapisan masyarakat ini juga dirangkai berbagai penyerahan secara simbolis dari SKPD terkait di antaranya dari Disperkim, Dinas PUPR, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinsos, Disdik, Diskes, Diskoperindag, dan lainnya.

Noormiliyani mengatakan, kampung KB merupakan miniatur dari sebuah desa yang didalamnya terdapat keterpaduan dari program pembangunan kependudukan, KB dan pembangunan kelaurga yang disinergi dengan program pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

Oleh karenanya, kampung KB dirancang sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali, merevitalisasi program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat dalam upaya mengaktualisasikan 8 fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu juga mengatakan, kampung KB merupakan sebuah program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lainnya sehingga dapat dijadikan wahana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang mengarah upaya merubah mindset lebih baik. Sehingga kampung yang tadinya tertinggal dan terbelakang dapat sejajar dengan kampung lainnya.

Selanjutnya, tambah Noormiliyani, masyarakat yang tadinya tidak memiliki kegiatan serta usaha dapat bergabung dengan kelompok kegiatan (Poktan) maupun UPPKS yang ada.

Terkait dengan ditetapkan Desa Kuala Lupak sebagai Kampung KB, isteri mantan Bupati Batola H Hasanuddin Murad itu berharap, selain mampu memberikan pemahaman yang benar terhadap berbagai program dan kegiatan juga diharapkan semakin memacu semangat untuk berperan dan berpartisipasi aktif dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan dyang dilaksanakan.

“Saya berharap seluruh masyarakat, khususnya warga desa Kuala Lupak untuk mengarahkan dan mendukung anak-anak dalam menggapai masa depan yang lebih baik dan sukses di masa mendatang,” ajaknya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP2KBP3A) Batola, H Syarkawi HAM mengatakan, pencanangan Kampung KB di Kuala Lupak ini merupakan tahun ketiga. Tahun pertama dilaksanakan semasa bupati dijabat H Hasanuddin Murad tahun 2016 di Desa Batik Kecamatan Bakumpai dan tahun kedua (2017) juga dilaksanakan H Hasanuddin Murad di desa Samuda Kecamatan Belawang.

Sejalan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022 Membangun Desa Menata Kota, jelas Syarkawi, maka kampung KB mempunyai peran strategis dalam membangun desa melalui koordinasi mitra terkait dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pembangunan berwawasan kependudukan.

Terkait dipilihnya desa Kuala Lupak sebagai lokasi pencanangan Kampung KB, menurut Syarkawi, wilayahnya terpencil, daerah kampung nelayan yang berada di pesisir, pencapaian KB MKJP maupun non MKJP-nya cukup rendah, peningkatan ekonomi keluarga dan partisipasi remaja dalam kegiatan generasi berencana melalui pusat informasi dan konsling masih rendah, serta tingkat unmet net cukup tinggi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.