Sudah 3 Rumah Dibedah di Era Saraswati

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali melakukan bedah rumah untuk yang ketiga kalinya. Kali ini yang terkena bedah rumah keluarga Abdul Hakim (32) yang beralamat beralamat di Desa Puntik Luar RT 7 Kecamatan Mandastana.

Lelaki yang memiliki isteri Jam’ah (30 tahun) dan 2 anak yakni Naabila (7 tahun) dan Baihaqi (4 tahun) ini dinilai layak rumahnya dibedah karena rumah yang dimilikinya sebelumnya sangat memprihatinkan. Selain itu, Abdul Hakim juga tidak memiliki pekerjaan tetap.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS telah meresmikan penggunaan rumah sehat ala TP-PKK Batola ini, Rabu (19/09). Peresmian ditandai pemotongan untaian melati oleh Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor dan pembukaan kunci sekaligus peninjauan dari Bupati Hj Noormiliyani beserta lainnya.

Bupati Hj Noormiliyani merasa bersyukur atas dilanjutkannya program bedah rumah oleh Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor. Rasa syukur tersebut karena dinilai program bedah rumah yang dirintisnya semenjak Ketua TP-PKK dijabat olehnya periode 2007-2012 dan 2012-2017 itu dipandang sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu.

steri mantan Bupati Batola H Hasanuddin Murad itu mengutarakan, program bedah rumah sehat ala TP-PKK Batola ini termasuk dari program pokok PKK yang ada di butir 2 (gotong-royong), 5 (perumahan dan tatalaksana rumah), dan 10 (perencanaan sehat).

Program ini, lanjut mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu, memiliki tujuan mulia dalam rangka membantu masyarakat yang benar-benar tidak memiliki rumah agar memiliki rumah yang layak huni.

Sementara dalam pembangunannya melibatkan berbagai pihak serta masyarakat lingkungan sekitar yang dilakukan secara bersama-sama dan bergotong-royong baik berupa dana, kelengkapan perabot maupun dalam hal pembangunannya.

Noormiliyani mengutarakan, di era PKK Batola dijabat olehnya pembangunan WC dan kamar mandi dibuat terpisah dari rumah yang terkena bedah rumah. Agar masyarakat sekitar juga bisa menggunakan keberadaan WC dan kamar mandi untuk menghilangkan kebiasaan MCK di sungai.

“Inilah yang membedakan bedah rumah ala TP-PKK dengan pembangunan rumah-rumah jenis lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor mengharapkan melalui program bedah rumah akan mendorong sekaligus memacu tumbuh dan berkembangnya rasa kepedulian serta rasa kesetiakawanan sosial masyarakat terutama terhadap mereka yang kurang mampu.

Dengan besernya rasa kesetiakawanan sosial dan kepedulian ini, lanjut Saras, diharapkan dapat memacu dan menjadi daya dorong bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan partisipasi.

“Mari kita bersama-sama terus berusaha untuk turut berperan dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pemerataan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus dalam mendukung cita-cita pemerintah daerah menuju Barito Kuala Setara,” ajak Saras.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.