Petani Jagung Sido Makmur Gembira

Petani Desa Sido Makmur SP 1 Marabahan menggelar panen jagung hibrida, Rabu (06/02). Panen di lahan Kelompok Tani Mukti ini dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Barito Kuala (Batola), H Rahmadian Noor, Kepala Balitra Provinsi Kalsel Hendry Sosiawan, Kepala Distan TPH Batola Murniarti, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Alfian Noor, dan sejumlah, para forkopimcam, dan sejumlah pejabat lainnya.
Dari ubinan yang dilakukan, panen kali ini menghasilan 9,9 ton jagung kering panen per hektar atau 5,9 ton jagung kering giling per hektar. Keberhasilan ini tentu memberi kebahagian bagi Wabup Rahmadian Noor. Walau pun untuk capaian masih jauh dari yang yang ditargetkan.
Kepala Distan TPH Batola, Murniati menerangkan, tahun 2018 Batola mendapatkan target tanam jagung seluas 2.590 hektar dan terialisasi baru sekitar 448 hektar (17 persen).
Kendala yang terjadi, Kadistan yang baru dilantik pada 31 Januari 2019, ini selain keterbatasan lahan tipe B dan C (lahan yang cocok budidaya jagung) juga belum meratanya minat petani dalam memanfaatkan lahan sawahnya untuk budidaya jagung setelah panen di musim kemarau.
Walau demikian, sebut Murniati, secara keseluruhan hasil produksi tanaman jagung di Batola mengalami peningkatan yang cukup berarti. Demikian pula luas tanam juga menunjukan kemajuan selama lima tahun terakhir.
“Upaya peningkatan produksi tanaman pangan ini merupakan target utama kami, demikian pula luas lahan yang rata-rata mencapai 145 persen setahun. Dan tahun 2018 merupakan perluasan terbesar dalam 5 tahun terakhir,” katanya seraya menyebut luas tanaman jagung di Batola mencapai 2.020 hektar yang ada 17 kecamatan se-Batola.
Lebih jauh Murniarti menyebut, selain juga Batola juga punya target cukup besar untuk pengembangan kedelai. Ia mengatakan, budidaya kedelai bisa dilakukan melalui pola tanam tumpang sari yaitu dibudidayakan di bawah tanaman jagung. Tahun 2019, sebutnya, Batola diharapkan bisa mendukung program pemerintah swasembada kedelai agar Indonesia tak impor lagi jagung dan kedelai.
Wakil Bupati Rahmadian Noor mengharapkan, dukungan dan kesadaran para petani dalam penggalakan pertanian termasuk jagung dan kedelai. Karena selain menunjang program pemerintah juga bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian sendiri.
Wabup yang akrap disapa Rahmadi mengutarakan, berbagai program telah dilakukan pemerintah dalam mendorong petani. Demikian pula untuk budidaya jagung pemerintah pusat memberikan 15 kilogram bibit dan 50 kilogram pupuk per hektar.
Sementara bagi Kabupaten Batola sendiri, tutur mantan anggota DPRD Batola itu, selain melalui pemberian bantuan pupuk bersubsidi tanpa bunga seperti halnya terhadap pertanian padi juga memperhatikan kebutuhan lainnya.
Salah seorang petani jagung setempat, Mardian menerangkan, hasil panen jagung di tahun 2019 boleh dibilang cukup membanggakan karena yang biasanya hanya mencapai 10 ton kini mencapai 14 ton bahkan 16 ton.
“Kami berharap pemerintah juga turut memikirkan pemasaran hasil produksi yang kami peroleh agar tidak menimbulkan kerugian dan permasalahan,” harapnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.