1.238 Warga Tamban Terima PKH

Program Keluarga Harapan (PKH) dirasakan selain sangat membantu meringankan beban hidup keluarga miskin dalam mengakses layanan pendidikan dan kesehatan sekaligus mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.
“Saya berharap melalui program ini mampu meningkatkan taraf hidup keluarga khususnya keluarga penerima manfaat (KPM) serta mampu mengurangi bahkan menghilangkan kesenjangan sosial terhadap mereka yang tidak mampu,” harap Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS saat menghadiri kegiatan Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) PKH Tahap I bagi KPM lingkup Kecamatan Tamban di Aula Kantor Kecamatan Tamban, Sabtu (09/02).
Noormiliyani juga berharap, melalui program PKH memberi manfaat mengurangi ketidakberdayaan dan keterasingan sosial yang melekat pada warga kurang mampu.
Sementara terhadap KPM diminta supaya benar-benar memanfaatkan bantuan sosial (bansos) ini untuk menunjang kemampuan dalam upaya menciptakan perubahan hidup ke arah yang lebih baik.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak Kemensos, Dinsos Provinsi dan Kabupaten atas terlaksananya penyaluran bansos PKH Tahap I ini dengan baik dan lancar,” katanya.
Berdasarkan data, sejak tahun 2008 hingga 2018 jumlah bantuan PKH yang telah tersalur di Batola mencapai lebih dari Rp65 miliar atau tepatnya Rp65.330.106.548. Sedangkan pada tahun 2019 dialokasikan bantuan untuk 17 kecamatan di Batola mencapai Rp12.055.100.000 dengan jumlah 9.842 KPM.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Batola, Fuad Syekh mengutarakan, khusus untuk Kecamatan Tamban akan disalurkan Rp1.514.550.000 untuk 1.238 KPM yang tersebar 16 desa.
Ia menerangkan, penyaluran non tunai ini terjadi perubahan. Sebelumnya bantuan diberikan sama rata setiap KPM reguler Rp1.890.000 per tahun melalui 4 tahap dan untuk KPM yang memiliki komponen lansia atau disabilitas berat diberi bantuan Rp2 juta per tahun dalam 4 tahap melalui Bank BRI, namun pada perubahan ini bantuan diberikan berdasarkan komponen yang dimiliki KPM sehingga jumlah bantuan berbeda-beda. Hanya saja bantuan berdasarkan komponen ini maksimum hanya diberikan kepada 4 orang dalam setiap keluarga.
Selain bansos PKH yang mengacu pada jumlah komponen, sebut Fuad, ada juga bantuan PKH tetap di luar komponen sebesar Rp550 ribu per tahun.
Terkait itu, Bupati Hj Noormiliyani minta para pendamping mensosialisasikan petunjuk teknis penyaluran bansos ini agar tidak terjadi penyelewengan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadi praktik yang mengkoordinasikan pencairan bansos PKH.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.