Satukan Hati di Hari nan Fitri

Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS dan Wakil Bupati H Rahmadian Noor melaksanakan Shalat Idul Fitri 1440 Hijriyah di Mesjid Agung Al-Anwar Marabahan, Rabu (05/06/2019).
Noormiliyani hadir bersama sang suami H Hasanuddin Murad, sedangkan Rahmadi (panggilan Wabup Rahmadian Noor) didampingi isteri Hj Saraswati Dwiputranti beserta sang putri Shaina Khalifa.
Tampak juga hadir di mesjid terbesar di Marabahan, Ibukota Kabupaten Batola ini Ketua DPRD H Hikmatullah dan isteri Hj Tety Aprianti, para pejabat dan berbagai lapisan masyarakat.
Bertindak sebagai imam pada Shalat Id kali ini ustadz Muhammad Jabir, Khatib Drs Hajaji MPdI, dan Muadzin Alfianor.
Bupati Hj Noormiliyani dalam sambutan yang disampaikan Wakil Bupati H Rahmadian Noor mengajak seluruh masyarakat di hari nan fitri ini menyatukan hati, niat, iktiar dan tekat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Barito Kuala yang lebih maju dan sejahtera.
“Kita semua menyadari baik pemerintah, pemimpin, masyarakat dan semua elemen tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, namun saya berkeyakinan semua itu sesungguhnya berangkat dari niat mulia untuk saling mengingatkan dalam rangka membangun Barito Kuala yang lebih baik,” katanya.
Bupati juga mengharapkan, dalam suasana Idul Fitri yang penuh berkah untuk bersama-sama membangun kedewasaan dan toleransi, saling menghargai dan menghormati antar sesama sehingga suasana tetap aman dan kondusif serta dilindungi dan diberkahi Allah.
“Melalui kesempatan yang berbahagia ini dari lubuk hati yang paling dalam atas nama pemerintah daerah, pribadi dan keluarga saya dan Wakil Bupati H Rahmadian Noor menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya atas kekhilafan, kealfaan dan kesalahan yang mungkin terjadi selama memimpin,” tuturnya.
Di kesempatan Shalat Id ini Noormiliyani dan Wakil Bupati H Rahmadian Noor mengundang seluruh warga untuk datang setelah merayakan kebahagiaan hari kemenangan di rumah jabatan dalam acara open house.
Ada pemandangan indah pada pelaksanaan shalat Id kali ini. Di akhir kegiatan diisi bermaaf-maafan antara para pejabat dengan para jemaah. Mereka membaur menjadi satu tanpa membedakan strata sosial.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.