644 Kicau Mania Semarakan PDAM Batola Cup

Para pecinta burung berkicau Kalsel dan Kalteng berkumpul di lapangan Sepakbola 5 Desember Marabahan ibukota Kabupaten Barito Kuala (Batola), Minggu (23/06/2019) pagi.
Kehadiran para kicau mania ini dalam rangka menyemarakan Lomba Burung Berkicau yang diselenggarakan pihak PDAM Batola. Kompetisi memperebutkan PDAM Batola Cup yang dibuka Bupati Batola Hj Noormiliyani AS melalui Kadisporbudpar Gusti Ruspandi ini ternyata mendapat sambutan antusias para peserta.
Berdasarkan data panitia terdapat 644 tiket telah di-booking peserta dari beberapa daerah di Kalsel seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tala, Tapin, dan HSS, serta dari Kapuas, Palangka Raya dan lainnya di Kalteng.
Setidaknya terdapat empat kelompok lomba yang diikuti. Kelompok itu menggunakan istilah kedekatan dengan kultur dan daerah yakni Ije Jela, Bakumpai, Bahalap, dan Rumpiang. Sedangkan jenis burung yang dilombakan di antaranya Murai Batu Borneo, Cucak Hijau, Love Bird, LB Balibu, Whan Mei, Branjangan, Pleci dan lainnya.
Para juara di masing-masing kelompok selain mendapatkan trophy dan piagam juga mendapatkan uang pembinaan yang besarnya bervariasi mulai juara I – V serta juara VI hingga 10.
Selain sejumlah hadiah ini, pihak PDAM juga menyediakan hadiah doorprize berupa sepeda motor Mio 125, dua buah sepeda, mesin cuci, sangkar, kipas angin, dispenser, setrika, dan lainnya.
Bupati Batola Hj Noormiliyani AS dalam sambutan yang disampaikan Kadisporbudpar H Gusti Ruspandi menyampaikan apresiasi kepada PDAM Batola dan MBBC atas terselenggaranya lomba.
“Pada hari ini kita patut bersyukur bisa kembali menikmati kicauan burung setelah beberapa tahun tidak terlaksana,” ucapnya.
Noormiliyani mengatakan, dulunya lomba burung berkicau pernah terlaksana di Batola namun dalam beberapa tahun belakangan relatif terhenti sehingga para pecinta burung di daerah ini semakin berkurang.
“Dengan adanya Latber dan Latpres yang dilaksanakan oleh MBBC Batola ini mudah-mudahan secara perlahan kehadiran kembali para kicau mania,” tambahnya.
Bupati menilai, lomba burung berkicau ini bermanfaat di samping menyemarakan kota Marabahan di hari libur juga menjadi sarana tepat mempererat silaturahmi sesama kicau mania sekaligus menegaskan bahwa Batola juga memiliki komunitas pecinta burung berkicau.
“Kita berharap dengan terlaksananya lomba burung berkicau secara kontinyu akan membuat populasi berbagai jenis burung yang relatif mulai langka seperti punglor, cendet, murai batu, cucak ruwo, cucak hijau, kenari, kacer, poksay, dan love bird dapat terus dipertahankan dan dikembangkan,” harap bupati.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana, Dwi Yatino mengatakan, terdapat 3 kriteria dasar penilaian dalam lomba yakni irama, volume, durasi kerja, dan fisik serta gaya.
“Kita berharap dari lomba ini mampu melatih dan mencari burung-burung berkualitas untuk mengikuti gelaran ke tingkat nasional seperti Piala Raja di bulan September nanti,” katanya.
Pembukaan Lomba Burung Berkicau di Batola ini dihadiri Dandim 1005 Marabahan Letkol Kav Sugianto SE dan anggota forkopimda lainnya atau yang mewakili, para pimpinan SKPD, Pihak PDAM yang diwakili Direktur Keuangan Nazhirni beserta jajaran, dan undangan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.