Noormiliyani Resmikan Rumah UMKM

Peringatan Hari Koperasi ke-72 tingkat Kabupaten Barito Kuala (Batola) tahun 2019 dilaksanakan di Terminal Induk Handil Bhakti Kecamatan Alalak, Jumat (12/07/2019).
Kegiatan yang dihadiri Bupati Hj Noormiliyani AS, Pj Sekda H Abdul Manaf beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Hj Fidriana Abdul Manaf, Kepala Dinas Koperindag Purkan, para pimpinan SKPD, para camat beserta istri, para pengurus koperasi, tokoh agama dan tokoh masyarakat ini dirangkai berbagai penyerahan piagam penghargaan bagi koperasi berprestasi, pelaku usaha berprestasi, dan petugas penyuluh koperasi lapangan (PPKL) berprestasi se-Batola.
Yang monomental, peringatan Hari Koperasi di Batola ini ditandai peresmian Rumah UMKM Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT) yang menjual produk-produk industri, kerajinan, dan makanan dari para pengusaha kecil dan menengah di Batola.
Peresmian Rumah UMKM PLUT Terminal Handil Bhakti ini ditandai pengguntingan untaian melati dari Ketua DPW Hj Fidriana Abdul Manaf di hadapan Bupati, Pj Sekda, para pimpinan SKPD, undangan yang dilanjutkan dengan peninjauan.
Sebelumnya, pada Peringatan Hari Koperasi, Bupati Noormiliyani saat membacakaan sambutan Menteri Koperasi AAGN Puspayoga mengatakan, sesuai tema Hari Koperasi Nasional tahun 2019 “Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0” digitalisasi dan artificial intelligence (AI) mewarnai kehidupan industri yang merembet pada perilaku keseharian masyarakat.
Terkait itu, koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal yang didasari oleh tekad untuk siap berubah dalam menyikapi tantangan kekinian yang sejalan dengan arahan Presiden pada Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 tahun 2018.
Tantangan baru dunia perkoperasian Indonesia, sebut Puspyoga, tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi namun juga menyangkut persoalan mindset dan perubahan dalam sistem tata kelola koperasi melalui reformasi total yang sudah berjalan selama ini.
Menteri mengatakan, sudah saatnya koperasi memanfaatkan teknologi digital menggunakan flatform e-comerce, aplikasi retail online dan perkembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya dengan merangkul generasi-generasi millenial yang jumlahnya mencapai sepertiga dari total penduduk.
Kemenkop dan UKM, papar Puspayoga, dalam lima tahun telah melaksanakan reformasi total koperasi berupa reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan berupa peningkatan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh.
Sebelumnya Kepala Diskoperindag Batola Purkan mengatakan, saat ini jumlah koperasi di Batola ada 120 buah dengan jumlah anggota 31.607 orang. Keberlangsungan suatu koperasi, sebut dia, bergantung pada dua hal yaitu kelembagaan dan usaha yang dijalankan.
Karenanya para ahli koperasi menyatakan, kelembagaan koperasi itu ibarat ruh sedangkan usahanya merupakan darah. Sehingga antara ruh dan darah satu kesatuan yang tak terpisahkan jika ingin koperasi yang dijalankan bisa berkembang.
Terkait peresmian Rumah UMKM PLUT, menurut mantan Dishutbun Batola ini, agar bisa menjadi tempat seluruh pelaku usaha untuk berkumpul, berkoordinasi, tempat melaksanakan pelatihan dalam rangka meningkatkan mutu produk-produk serta inovasi lainnya.
Rumah UMKM Terminal Handil Bhakti ini, menurut Purkan, dulunya merupakan terminal bisnis agrikultur yang dikelola Dinas Pertanian. Namun dalam perkembangannya tidak bertahan lama sehingga untuk memanfaatkan bangunan dilakukan rehab melalui dana APBD 2018 yang dimanfaatkan untuk Rumah UMKM ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.