Massa Padati Haul Ulama H Bawai

Komplek pemakaman Datu Syekh Abdussamad Marabahan, Barito Kuala (Batola), dipenuhi massa, Sabtu (13/07/2019). Ribuan warga baik laki-laki maupun perempuan berkumpul sejak pagi. Mereka berhadir dalam rangka mengikuti haulan ketujuh almarhum KH Ahmad Sibawaihi bin Alimul Fadhil Qadhi HM Basyiyuni.
Kehadiran massa di haul almarhum yang akrap disapa H Bawai kali ini tampak semakin bertambah. Ini terlihat dengan penuhnya semua area hingga meluber ke depan pintu gerbang kubah .
Prosesi haulan keturunan ke-5 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ini diawali pembacaan Maulid Alhabsyi, pembacaan surah Yasin, qiraaah dalailul khairat, dzikir nasyid, tahlil dan doa bersama.
Warga yang menghadiri haul ini tidak saja para pejabat, kerabat, keluarga, ulama, habaib, dan berbagai lapisan masyarakat dari Batola namun juga terdapat dari luar Batola seperti Banjarmasin, Martapura, banua enam, dan provinsi tetangga seperti Kalteng dan Kaltim.
Mereka yang dari luar ada yang datang sehari lebih awal. Bagi jemaah yang bermalam maupun yang datang sejak subuh disediakan konsumsi gratis dari pihak penyelenggara.
Almarhum KH Ahmad Sibawaihi yang biasa disapa Guru Bawai ini meninggal dunia pada 24 September 2012 lalu. Almarhum meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin dalam usia 72 tahun. Semasa hidup almarhum yang banyak memiliki keajaiban ini dikenal sebagai ulama yang dihormati oleh masyarakat Batola maupun luar daerah.
Bupati Batola Hj Noormiliyani diwakili Asisten Bidang Pemerintahan M Anthony menyatakan sangat menyambut baik digelarnya haulan KH Ahmad Sibaihi ini.
Ia mengatakan, almarhum yang selama hidup dikenal merupakan salah satu ulama yang mempunyai prinsip dan keyakinan yang kuat serta memiliki sifat serta kepribadian yang sederhana namun penuh kharisma.
Bupati mengatakan, ulama merupakan salah satu pilar dan syarat untuk membangun suatu negeri menjadi makmur, maju, dan damai dengan ilmu yang mereka miliki.
“Banyak pelajaran, suri tauladan, manfaat dan kebaikan yang telah beliau wariskan kepada kita untuk diamalkan guna memperoleh kebahagian hidup di dunia dan akhirat kelak,” katanya.
Bupati mendoakan kepada warga, khususnya yang pernah mengenal dan berhubungan semasa hidup baik selaku saudara, keluarga, teman, guru agama, maupun pembimbing dan pendamping haji agar bisa mengambil pelajaran dari suri tauladan terhadap almarhum.
“Mari kita hidupkan terus ajaran dan petuah-petuah yang baik yang pernah beliau ajarkan dan sampaikan pada kita sebagai bentuk penghormatan sekaligus rasa kecintaan dan kasih sayang kepada beliau,” ujar bupati.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.