Noormiliyani Hadiri Rakorwil Bersama Menpar

Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pengembangan Pariwisata Kalsel tahun 2019, Selasa (13/0/2019).
Kegiatan yang berlangsung di hotel Best Western Jl A Yani Km 4,5 Banjarmasin ini dihadiri langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya. Acara yang juga ikuti Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan serta 4 kepala daerah/yang mewakili seperti dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Hulu Sungai Selatan. Acara diawali laporan pelaksanaan kegiatan dari Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar dilanjutkan arahan Wagub Kalsel, Rudy Resnawan.
Wagub mengatakan, pihaknya dan semua pihak terkait di daerah mengakui pentingnya pengembangan sektor pariwisata sehingga terus dilakukan upaya perbaikan sarana pendukung di kawasan wisata.
Wagub sangat mengapresiasi kegiatan yang langsung dihadiri menpar yang diharapkan dapat mendorong pihak terkait untuk terus bekerja mengembangkan sektor pariwisata.
Sebelum memasuki sesi diskusi acara terlebih dahulu diisi sejumlah paparan seperti dari Bappeda Provinsi Kalsel tentang arah dan kebijakan pengembangan pariwisata Kalsel Menuju Visit Kalsel 2020, strategi promosi menuju Visit Kalsel 2020 dari Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media M Noer Sardono, pengembangan SDM menuju Visit Kalsel 2020 dari Asdep SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga dari Dr Wisnu Bawa Taruna Jaya, serta pengembangan distenasi pariwisata Benchmark Banyuwangi dari Kadispar Banyuwangi.
Menpar Arief Yahya dalam rakor sempat menyinggung soal penetapan strategi storynomics tourism yang harusnya berlandaskan pada kekayaan budaya Indonesia. Sehingga promosi kawasan wisata akan dilakukan dengan narasi story telling serta dikemas dalam konten menarik yang terkait dengan budaya setempat.
“Awareness berkaitan dengan marketing, sedangkan experience berkaitan dengan faktor aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A) yang melekat ke setiap destinasi-destinasi wisata. Kedua hal tersebut harus menjadi satu kesatuan yang padu,” uapnya.
Menpar mengutarakan kekagumannya terhadap pesona pegunungan Meratus di Kalsel. Ia pun mendorong Pemprov Kalsel memasukkan kawasan itu menjadi bagian Geopark Internasional Unesco.
Menurutnya, Kalsel memiliki banyak potensi wisata yang bisa menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan, seperti aktivitas di Sungai Barito, bekantan, budaya dan kuliner yang bagus. Namun disarankan supaya memilih satu yang diunggulkan.
“Kami sepakat ingin mengunggulkan wisata Pegunungan Meratus,” ujarnya usai pembukaan Rakorwil yang juga dihadiri SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan Kabupaten/Kota, para pengusaha perhotelan, travel, dan para stakeholder.
Menpar menilai pegunungan Meratus bisa mencapai kelas dunia jika memilih dengan tepat. “Saya pernah tinggal di sini dan jatuh cinta dengan pegunungan Meratus. Ketika melakukan perjalanan melalui jaur darat, saya sering berhenti di Meratus untuk menikmati suasana,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kalsel yang merangkap Kepala Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus, Fajar Desira mengatakan, memasukan pegunungan Meratus menjadi Geopark Internasional sudah menjadi komitmen pihaknya setelah mendapatkan status Geopark Nasional.
Menurutnya, pengakuan status pegunungan Meratus diakui Unesco sebagai bagian dari global geopark, dipastikan akan menarik dunia internasional, terutama wisatawan mancanegara untuk datang ke Kalsel. Unesco adalah badan khusus PBB yang mengurusi bidang pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.
Saat ini, sebut Fajar, di Indonesia yang telah temasuk Unesco Global Geopark (UGG) antara lain Batur Unesco Global Geopark, Gunung Sewu Unesco Global Geopark, Rinjani Unesco Global Geopark dan Ciletuh-Plabuhanratu Unesco Global Geopark. Namun diingatkannya, proses mendaftarkan ke Unesco ini tidak bisa dilakukan buru-buru oleh Pemprov Kalsel, karena perlu banyak persiapan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.