Banjarbakula Disinggung Dalam Pembahasan RPJMN

Lima gubernur yang ada di Pulau Kalimantan berkumpul di Kota Balikpapan guna menghadiri Konsultasi Regional dalam rangka Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Selain 5 gubernur, acara yang berlangsung di Hotel Novotel, Selasa dan Kamis (20 – 21 Agustus) 2019, ini juga dihadiri para bupati, wali kota, sekda, kepada Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota, NGO, perguruan tinggi, akademisi, dunia usaha, perbankan, perwakilan dari organisasi masyarakat sipil, dan lainnya.
Untuk Provinsi Kalsel tampak hadir Wakil Gubernur H Rudy Resnawan. Sedangkan dari Kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalsel dihadir Bupati Hj Noormiliyani AS beserta Kepala Bappelitbangnya H Zulkifli Yadi Noor dan jajaran, Kabag Humas dan Protokol (Humpro) Hery Sasmita, Kasubag Protokol H Arief Wisuda Wardhana dan lainnya.
Pada acara pembukaan, Sesmen PPN/Sestama Bappenas, Dr Ir Gellwynn Daniel Hamzah Jusuf MSc menyampaikan tujuan digelarnya kegiatan untuk menghimpun masukan dan menyamakan persepsi dari segenap pelaku pembangunan.
Konsultasi Regional yang dipimpin Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro ini, lanjut Daniel, juga untuk menggali permasalahan yang menghambat pertumbuhan dan investasi, pengembangan antarwilayah untuk mengurangi kesenjangan, pengembangan infrastruktur yang mendukung ekonomi dan pelayanan besar, peningkatan kualitas dan daya saing manusia, revolusi mental, isu bencana, perubahan iklim dan lingkungan hidup, stabilitas polhuhankam, pelayanan publik, serta pemindahan ibu kota negara.
“Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 ini akan menjadi acuan dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” tambahnya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa 5 tahun ke depan Indonesia akan fokus terhadap human kapital (pembangunan manusia). Sementara di sisi lain menyangkut infrastruktur tetap berjalan terutama untuk di Kalimantan.
“Saya berharap pembangunan infrastruktur di Kalimantan yang lebih utama dalam rangka menunjang perekonomian. Kita tak ingin Kalimantan hanya dikenal sebagai pemasok bahan mentah, namun bisa menghasilkan barang yang sudah dengan nilai tambah,” ucapnya.
Bambang menyatakan, perekonomian Kalimantan jangan hanya tergantung dengan harga batubara ataupun sawit tapi perlu stabilitas dalam menunjang peningkatan perekonomian.
Di kesempatan pertemuan itu, Bambang Brodjonegoro juga sempat menyinggung tentang Program Banjarbakula (Kota Banjarmasin – Kota Banjarbaru — Kabupaten Banjar – dan Kabupaten Barito Kuala) yang digagas Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Ia menyampaikan program yang direncanakan Pemprov Kalsel ini cukup relevan dengan rencana kepindahan ibukota sehingga kawasan Banjarbakula bisa dijadikan kawasan metropolitan.
Menanggapi arahan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Barodjonegoro ini, Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel H Rudy Resnawan menyatakan, bahwa apa yang telah disampaikan sudah cukup komprehenship, menampung beberapa aspirasi yang menjadi kebutuhan masyarakat khususnya Provinsi Kalsel.
Untuk Kalsel, sebut Rudy, program yang direncanakan ada kebagian ada beberapa, salah satunya pengembangan kota melingkupi 5 daerah yakni 2 kota dan 3 kabupaten atau yang disebut Banjarbakula yang saat ini prosesnya tengah berjalan terutama terhadap pembangunan TPA Regional dan pembangunan park regional dan lainnya yang semuanya sangat erat kaitannya dalam program RPJMN 2020-2-24.
Wagub yang pernah dua periode menjabat Walikota Banjarbaru ini mengutarakan, sebenarnya rencana pembangunan ibukota di Kalimantan ini juga pernah ada sejak lama. Karenanya menurutnya, sangat wajar jika sekarang pulau Kalimantan dijadikan sebagai ibu kota negara.
Walau pun untuk listrik Kalimantan masih membutuhkan peningkatan daya untuk pengembangan kegiatan ekonomi berikutnya. Mengingat saat ini masih terdapat beberapa titik khususnya di Kalsel yang belum terjangkau jaringan. Tapi sesuai kebijakan Pusat yang sudah jalan jika terus berlanjut insya Allah ini akan ter-cover nantinya.
Wagub menerangkan, ketersediaan listrik untuk Kalsel ini sangat penting dalam rangka menunjang menunjang kawasan industri dan mendorong hilirisasi bahan-bahan baku. Kawasan Industri ini, terang wagub, sudah berproses sedemikian rupa karenanya ia mengharapkan bantuan terutama bahan-bahan infrastrukturnya. Ia yakin jika semua terpenuhi akan membawa dampak sangat besar dalam mendorong perekonomian di luar sektor tambang dan sawit yakni sektor keuangan, periwisata, pertanian, perikanan dan lainnya.
Terpisah, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS mengharapkan, Pemerintah Pusat dan Provinsi Kalsel serius dalam menangani Banjarbakula. Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini juga menyatakan, Kabupaten Batola yang daerahnya menjadi penyangga langsung dari program Banjarbakula sudah semestinya mendapatkan porsi yang sesuai.
“Tidak ada kabupaten/kota di Kalsel yang daerahnya terhubung langsung dengan provinsi selain Batola. Karenanya sudah sewajarnya pembangunan Kalsel lebih di arahkan ke wilayah Batola,” ucapnya.
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, menyampaikan seluruh provinsi di Kalimantan siap untuk menjadi ibu kota negara. Kepada Bappenas ia menyarankan agar mengurangi jarak pembangunan antara Jawa dengan Kalimantan.
Isran Noor juga berharap APBN 2020-2024 supaya lebih dirahkan ke Kalimantan dan pulau lainnya di luar Pulau Jawa.
Senada degan Gubernur Kaltim, Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Hafidz Thohir menyampaikan pentingnya pemerataan pembangunan, khusunya untuk Pulau Kalimantan dan pulau-pulau di luar Pulau Jawa.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.