Kodok Sambur Kuasai Perahu Naga Batola

Lomba Dayung Perahu Naga (Dragon Boat) yang digelar PODSI Barito Kuala (Batola ) berakhir. Kodok Sambur Marabahan mendominasi kejuaraan yang digelar di bantaran Sungai Barito kawasan Siring Wisata Marabahan, Kamis (29/08) sore.
Laga yang diikuti 16 tim di kategori Putra dan Mix ini Batola mengikutkan peserta terbanyak di samping juga terdapat peserta Banjarmasin, Banjar dan Tapin.
Dari sekian duta peserta tuan rumah, Kodok Sambur B mendominasi kategori Mix. Mereka finish terdepan di final dengan catatan waktu 1:30,70 menit setelah itu disusul peserta Banjarmasin berada di urutan kedua dengan waktu 1:32,15 menit, serta peserta dari Banjar yang berada di urutan ketiga dengan torehan waktu 1:38,10 menit.
Dalam final yang berlangsung sejak pukul 06.30 Wita, Kodok Sambur B tak pernah kehilangan posisi terdepan. Malah catatan waktu mereka terus meningkat sejak penyisihan.
Kodok Sambur A yang bertanding di kategori putra juga tak mau kalah. Terlebih mereka diperkuat para pedayung yang dipersiapkan mewakili Kalimatan Selatan ke kualifikasi PON 2020 mendatang.
Demikian pula dalam laga final putra berlangsung cukup seru, mengingat peserta Banjarmasin juga memiliki beberapa pedayung persiapan kualifikasi PON 2020. Namun berbekal kebiasaan berlatih di Sungai Barito menjadi senjata pamungkas bagi Kodok Sambur A yang berhasil finis terdepan dengan catatan waktu 1:11,78 menit. Mereka unggul 2 detik atas Banjarmasin yang berada di peringkat kedua.
Sementara dengan Banjar yang finish ketiga, Kodok Sambur A unggul hingga 4 detik. Kemenangan itu menyempurnakan penampilan mereka sejak penyisihan hingga semifinal.
1:11,78 menit juga menjadi catatan waktu overall terbaik di antara semua peserta. Sebelumnya di semifinal, Kodok Sambur A membukukan 1:20,70 menit, serta 1:30,32 menit di penyisihan. Memenangi kategori Putra, Kodok Sambur A berhak atas uang pembinaan Rp10 juta, sementara Kodok Sambur B di kategori Mix berhak atas uang pembinaan Rp7 juta.
Salah seorang pelatih dayung Batola, Agus Irawan memaparkan, pihaknya bersyukur dan puas atas raihan pada laga dayung ini. Terlebih atlet yang diturunkan merupakan siswa Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Batola dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kalsel.
“Kebetulan kami diamanahi Dispora Kalsel untuk mengelola PPLP. Mayoritas pedayung Batola, mereka digenjot jangka panjang untuk berbagai kejuaraan,” katanya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.