Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok

Halaman Kantor Bupati Barito Kuala (Batola) dipenuhi pelajar dan para ASN. Di antara mereka terlihat pula Bupati Hj Noormiliyani AS, Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Ketua DPRD Sementara Saleh, para anggota forkopimda, dan para pimpinan SKPD. Mereka pun membaur jadi satu melakukan senam bersama.
Jumat (29/08/2019) pagi, Pemkab Batola menggelar Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (LHS) tahun 2019. Peringatan yang mengusung tema “Biru Langitku, Hijau Bumiku” ini berisi sejumlah rangkaian mulai senam berhadiah undian, pengumuman dan pemberian hadiah pemenang lomba kebersihan kategori SKPD, kecamatan dan permukiman, penyerahan secara simbolis SK dan baju kaos Pemuda Peduli Lingkungan, serta penyerahan trophy piagam dan hadiah lomba kepada sekolah Adiwiyata tahun 2019 yakni SDN Gampa Asahi 1, SDN Sidorejo Tamban, dan MTs Istidaussalam Anjir Pasar.
Untuk kategori permukiman juara I Gang Anggrek, kategori kecamatan juara I Desa Karang Bunga Kecamatan Mandastana, dan kategori SKPD juara I Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Yang lebih memberi makna, peringatan kali ini juga dirangkai aksi bersih-bersih Sungai Barito yang berada di bantaran Siring Wisata Marabahan depan Kantor Bupati Batola dan kediaman Bupati.
Aksi yang dipimpin langsung Bupati Noormiliyani dan Wakil Bupati Rahmadian Noor beserta Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti ini berupa pembersihan sampah dan eceng gondok supaya terlihat bersih dan indah serta tidak menghalangi pengguna yang lewat.
Sebelumnya, dalam pelaksanaan peringatan, Noormiliyani menyinggung terhadap Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Barito Kuala Nomor 56 Tahun 2018 untuk mengurangi sampah sekitar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen sampai tahun 2025.
Untuk mencapai target tersebut, telah dibuat beberapa aturan dan kebijakan terkait sampah plastik yaitu Peraturan Bupati Barito Kuala Nomor 68 Tahun 2018 dan Instruksi Bupati Nomor 03 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Dari adanya kebijakan ini diperkirakan jumlah sampah yang dapat dikurangi 3 – 4 ton per hari.
“Diharapkan melalui aksi nyata ini Kabupaten Barito Kuala dapat mengurangi sampah plastik secara lebih optimal,” katanya.
Terkait Program Adipura, bupati yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini mengutarakan, Jakstrada menjadi kategori utama dalam penilaian tahun 2019 dan tahun-tahun selanjutnya . Penilaian yang dilaksanakan terkait sejauhmana upaya pemerintah dalam pengurangan dan penanganan sampah.
“Melalui Jakstrada ini kita targetkan hingga 100 persen sampah terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025,” ucapnya.
Sedangkan pada tahun 2019 ini, pemda menargetkan pengurangan sampah sebesar 20 persen dan penanganan sampah 74 persen dengan realisasi pengurangan 20,87 persen dan penanganan 49,14 persen.
Karenanya, bupati perempuan pertama di Kalsel ini mengajak semua warga mulai SKPD, Camat, lurah dan seluruh komponen untuk lebih proaktif dalam penanganan sampah.
“Mulai sekarang mari rubah pola hidup kita ke arah yang lebih baik dengan menekankan pada prilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga,” ajaknya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.