Tujuh ASN Batola Naik Pangkat

Wakil Bupati (Wabup) H Rahmadian Noor menyerahkan SK kenaikan pangkat kepada tujuh aparatur sipil negera (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola). SK kenaikan pangkat diserahkan di sela Upacara 17 September 2019, Selasa (17/09/2019).
Ketujuh penerima SK kenaikan pangkat ini termasuk Kepala Disporbudpar Gusti Ruspandi SPd MAP, Kalak BPBD Sumarno SSos MM, Agus Supriadi SSos (Kabid Tibumtram Satpol-PP), Marliannoor SAP (Sekcam Marabahan), Pajrian Farisi AMd (Pranata Komputer Bapegdiklat), Basrani (TU SMP 3 Marabahan), dan Lutfia Isnaini APTD (Teknisi Transfusi Darah Terampil RSUD Abdul Aziz Marabahan).
Upacara 17 September 2019 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Batola ini dilaksanakan jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten Barito Kuala (BNNK Batola). Bertindak Selaku Pembina Upacara Kepala BNNK Batola, AKBP Agung Prabowo AMd.
Saat menjadi pembina upacara, Agung Prabowo mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para peserta upacara yang berkenan hadir mengikuti kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tanggal 17.
Sedangkan terhadap para ASN yang menerima SK kenaikan pangkat, lelaki yang baru beberapa bulan bertugas di Batola, ini mengucapkan selamat dan mendoakan agar lebih amanah, sukses, serta dapat memberikan kinerja yang lebih baik.
Terkait tupoksi BNNK, Agung Prabowo menuturkan, narkoba saat ini sudah merambah hingga pelosok desa. Padahal sekitar tahun 80 hingga 90-an perederannya hanya di kota-kota besar dan kalangan berduit.
Selaku Kepala BNNK Batola, Agung Prabowo mengingatkan ASN untuk mewaspadai dan turut mengawasi peredaran gelap narkoba. Mengingat keberadaannya sangat berbahaya dan bagi penggunanya hanya menempati tiga tempat yakni rumah sakit jiwa, penjara, dan kuburan.
“Karena itu silahkan saja pilih jika ingin menempati ketiga tempat ini,” tuturnya.
Pada upacara yang juga diikuti Wakil Bupati H Rahmadian Noor, pejabat eselon II, III, IV, Satpol PP, jajaran BNNK, dan para pelaksana ASN lingkup Pemkab Batola ini, Agung mengutarakan, sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di seluruh ASN.
Untuk itu, kepada setiap SKPD harus ada penggiat narkoba serta seluruh ASN-nya minimal satu tahun sekali wajib melakukan tes urine yang disertai kelengkapan regulasinya dan jika ada yang terbukti akan disanksi baik berupa dilakukan rehabilitasi hingga dilakukan PTDH (pemberhentian dengan tidak hormat).
Di kesempatan upacara ini Agung juga mengingatkan Festival Layang-layang yang akan dilaksanakan di Jejangkit. Ia mengharapkan keterlibatan para ASN untuk keterlibatan dalam rangka menyemarakan sekaligus hiburan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.