Memohon Hujan, Digelar Shalat Istisqa

Beberapa bulan terakhir kondisi kemarau melanda wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kondisi ini diperparah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang menyebabkan kerugian dan penderitaan bagi masyarakat.
Untuk menghentikan segala musibah ini, masyarakat Batola khususnya yang bermukim di wilayah Kota Marabahan menggelar Shalat Istisqa (shalat mohon hujan), Rabu (25/09/2019) pagi. Shalat yang digelar di Lapangan 5 Desember Marabahan ini diikuti ribuan masyarakat mulai para pejabat, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pegawai, masyarakat biasa hingga para pelajar baik laki-laki maupun perempuan.
Shalat Istisqa yang diselenggarakan atas kerjasama MUI, Pemkab, Kemenag, dan PCNU ini juga diikuti Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor dan para anggota forkopimda. Bertindak selaku khatib dalam shalat KH Muhammad Noor, imam Ustadz Fakhruddin, dan muazzin HM Jabir.
Wakil Bupati H Rahmadian Noor mengatakan, berdasarkan laporan puskesmas-puskesmas yang ada di Batola masyarakat yang menderita ISPA akibat asap hampir mencapai 3.000 jiwa. Sedangkan lahan terbakar yang meliputi kawasan ladang, kebun, hutan, semakbelukar sudah lebih 700 hektar.
Terkait pelaksanaan Shalat Istisqa yang dilaksanakan bersama menurut wabup, dalam upaya untuk bermunajat bersama dan memohon keridhaan Allah SWT agar menurunkan hujan untuk bisa membantu memadamkan api-api kebakaran hutan yang mengepung kawasan dimana-mana.
Wabup yang akrap disapa pak Rahmadi ini berharap, kebakaran kali ini merupakan tahun terakhir melanda kawasan Batola. Masyarakat diharapkan tidak ada lagi yang sengaja membakar lahan maupun hutan serta berpikiran membakar merupakan cara yang mudah dan murah namun di balik itu semua justru membawa kerugian yang sangat besar, bencana dan malapetaka bagi orang lain.
“Saya minta kepada masyarakat tolong renungkan sebelum melakukan pembakaran, berapa banyak anak-anak kesulitan bernapas akibat terpapar asap, terganggunya aktivitas, kerugian materi, belum aktivitas-aktivitas ekonomi yang terhambat karena gangguan kabut asap, tertundanya penerbangan, dan lainnya,”
Namun demikian, wabup mengingatkan, pihak kepolisian sudah memberikan peringatan keras untuk menindak tegas siapa saja yang melakukan pembakaran baik individu maupun corporate.
Wabup bahkan mengibaratkan pembakaran hutan merupakan kejahatan luar biasa karena dampak yang sangat luas dan kerugian yang sangat besar dengan pemulihan yang memerlukan waktu cukup lama.
“Karananya atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala saya mengimbau mari sama-sama menjaga lingkungan, lahan dan hutan supaya tidak lagi mengalami kebakaran meski di saat kemarau,” imbau wabup.
Sementara itu, KH Muhammad Noor dalam khutbahnya selain mengajak masyarakat meningkatkan keimanan, ketakwaan serta mengintrospeksi diri apakah sudah melaksanakan segala kewajiban serta kebajikan sebagaimana diperintahkan Allah SWT.
“Sebagai pemimpin sudahkah bersikap adil dan bijaksana, sebagai aparat sudahkah bersikap jujur dan amanah, sebagai rakyat sudahkah melaksanakan kewajiban untuk taat kepada Allah dan pemimpin, sebagai suami dan ayah sudahkah melaksanakan kewajiban memberi nafkah, pendidikan dan perhatian yang baik, sebagai isteri sudahkah taat dan patuh kepada suami, sebagai anak sudahkan berbakti dan berbuat baik kepada orangtua? Jika belum atau masih terdapat tugas dan kewajiban yang dilalaikan maka segeralah beristiqfar dan bertaubat kepada Allah SWT serta memperbaiki sikap dan perbuatan,” pintanya.
Menurut kiai, berdasarkan tuntunan Alquran dan hadis banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa diturunkan hujan. Di antaranya dengan melakukan istiqfar, memohon ampun, serta Istiqamah baik dalam aqidah maupun dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.