Noormiliyani Panen Gunakan Combine di Eks HPS

Setelah Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor melakukan tanam dan panen padi di lokasi bekas Hari Pangan Sedunia (HPS) Desa Jejangkit Muara, kini giliran Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS melakukan hal yang sama, Senin (30/09/2019).
Namun panen yang dilakukan di lahan Kelompok Tani Karya Membangun seluas 5 hektar dengan jenis padi unggul Inpara 2 ini ternyata memberi hasil yang cukup memuaskan yakni berkisar 5 ton per hektar.
Selain melakukan panen, Noormiliyani bersama Wakil Ketua DPRD Agung Purnomo dan Hj Arpah, Dandim 1005 Marabahan Letkol Kav Sugianto SE dan anggota forkopimda lainnya/mewakili, para kepala dinas, Camat Jejangkit Mujiburrahman dan isteri, serta para anggota forkopimcam lainnya juga melakukan penebaran bibit padi serta bibit ikan lele di kawasan pertanian setempat.
Menariknya, dikesempatan panen dan tebar bibit padi dan ikan lele ini Noormiliyani juga meresmikan Pertanian Percontohan Terpadu Tanpa Limbah untuk KT Karya Membangun Desa Jejangkit Muara. Tak hanya itu, ia juga menyerahkan bantuan bibit ayam buras untuk 10 warga Desa Bahandang Kecamatan Jejangkit dalam Program Bedah Kampung Terintegrasi.
Dari keberhasilan yang dilakukan, Noormiliyani pun tampak bangga dan bahagia serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh petani dan masyarakat setempat. Ucapan yang sama juga disampaikannya kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kalsel atas kepedulian, perhatian, bantuan, dan pembinaan yang diberikan dalam upaya meningkatkan produktivitas padi di Batola.
Menurut Noormiliyani, Kabupaten Batola memiliki lahan sawah fungsional seluas 101,249 hektar sehingga mampu memberikan kontribusi rata-rata 17 – 20 persen produksi padi Kalsel.
Hingga Agustus 2019, paparnya, luas tanam pasang surut di Batola mencapai 104.001 hektar, sedangkan luas panen 85.166 hektar dengan jenis pertanaman padi varietas lokal yang adaptif seperti siam unus, siam mayang, siam palun, siam gaul, siam runut dan lainnya. Sementara varietas unggulnya yang adaptif seperti inpara 2, inpara 3, inpari 30, inpari 32, dan margasari.
Untuk mendukung kesinambungan produksi dan peningkatan produktivitas, sebut mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini, Batola terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana seperti handtraktor, power thereser, pompa air, combine harvester, jalan usaha tani, normalisasi saluran tersier dan primer, serta pinjaman pupuk bersubsidi tanpa bunga.
Sebelumnya, Kadistan TPH Batola, Murniati mengatakan, padi yang dipanen ini merupakan program pengembangan padi unggul yang didanai APBD Batola seluas 120 hektar melalui penerapan teknologi pengelolaan pertanian terpadu dengan meminimalkan penggunaan pupuk unorganik dan pestisida kimia serta tanpa penggunaan kapur.
Sebagai penggantinya, jelas Murni, menggunakan pembenah tanah, pupuk urea 50 Kg per hektar dan pukup NPK 100 Kg per hektar. Dari hasil panen menunjukkan performa benih yang bersih dan produktivitas cukup tinggi berdasarkan hasil ubinan mencapai 40 KU/Ha.
“Melihat hasil ini kami optimis pertanaman padi unggul di Desa Jejangkit Muara ini dapat terus dikembangkan menjadi lebih luas lagi,” ucapnya.
Murniati yang juga selaku peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia (RI) Samarinda ini mencoba mengimplementasikan proyek perubahannya. Dengan mengambil judul “Sinergitas Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Tanpa Limbah” Kadistan TPH Batola ini mencoba mensinergikan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura dengan sektor peternakan dan perikanan dalam rangka mendukung ketahanan pangan daerah serta melestarikan swasembada pangan berkelanjutan di Batola.
“Pertanian terpadu tanpa limbah merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan sektor tanaman pangan, hortikultura, pertanian dan perikanan dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi input produksi seperti kotoran ternak, sekam dan tempurung kelapa menjadi pestisida,” paparnya.
Sistem pertanian ini, lanjut dia, sebagaai upaya untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk unorganik yang bila digunakan berlebihan mengakibatkan kerusakan struktur tanah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.