Akhlak Penting Ditanamkan Sejak Dini

Pendidikan sebuah proses internalisasi keilmuan kepada anak dan peserta didik. Yang harus ditanamkan para pendidik dan orangtua tak cukup hanya keilmuan namun persoalan akhlak dan karakter sangat penting ditanamkan.
Demikian diutarakan Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS saat membuka Seminar Nasional Pendidikan Alquran bagi Anak Usia Dini di Era Millenial yang digelar Yayasan Al-Hafidz di Desa Andaman II Kecamatan Anjir Pasar, Selasa (15/10/2019).
“Saat ini situasi sudah sangat berbeda. Di era millenial ini acapkali terjadi penyimpangan moral anak bangsa. Maraknya kerusakan moral ini perlu kiranya dunia pendidikan membenahi penanaman karakter generasi penerus zaman now ini agar dapat menjaga budaya ketimuran yang dimiliki bangsa kita,” ucap Noormiliyani.
Menyinggung Seminar Nasional (Pendidikan Al-Quran bagi Anak Usia Dini di Era Millenial), mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini menuturkan, Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang berlaku sepanjang zaman dan telah teruji kebenarannya diturunkan Zat Yang Mulia kepada Rasul-Nya yang mulia pula.
“Tidak ada yang bisa menggantikan kedudukannya dari diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia hingga akhir zaman. Hal-hal yang terjadi di masa sekarang dan yang terjadi di masa akan datang bahkan yang terjadi sebelum diturunkannya Alquran sudah tertulis dalam Alquran,” ucap Noormiliyani sembari menyatakan, sehingga Alquran merupakan kitab yang lengkap yang berisi apa saja, baik sejarah, keimanan, syariat, akhlak, dan lain-lainnya.
“Tidak ada bagian dari kehidupan ini yang terlepas dari Alquran. Jika kita berpegang teguh kepada Alquran maka selamatlah kita dalam mengarungi kehidupan baik di dunia maupun di akhirat,” paparnya.
Begitu pula dalam kehidupan generasi millenial yang penuh dengan kecanggihan teknologi sekarang ini. Jika generasi muda sangat jauh dengan Alquran maka dapat dipastikan teknologi yang mereka banggakan dapat menjadi penghancur masa depan mereka.
Pada bagian lain, isteri mantan Bupati Batola H Hasanuddin Murad ini mengakui, saat ini memang masih banyak generasi muda yang peduli masa depan dengan menggali segala prestasi baik yang bersifat ilmiah hingga bernuansa Islam.
Ini dibuktikan dengan banyaknya generasi yang menggali ilmu-ilmu agama hingga penghafal Alquran di Indonesia yang mencapai 30 ribu orang yang tentunya menjadi kabar gembira dan membanggakan.
Hanya saja jumlah ini jika dibandingkan dengan pencandu narkoba ternyata masih jumplang. Berdasarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terdapat 5,9 juta anak Indonesia sudah menjadi pecandu narkoba.
Belum lagi berdasarkan data tahun 2013 kasus hamil di luar nikah usia 10-11 tahun mencapai 600 ribu kasus dan usia 15-19 mencapai 2,2 juta kasus yang semestinya tidak terjadi di negara yang penduduknya muslim seperti Indonesia.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Al-Hafidz Aep Saepulloh mengatakan, tujuan digelarnya seminar di antaranya sebagai forum diskusi ilmiah untuk meneguhkan komitmen bersama dalam mengembangkan dan memajukan agama di daerah berdasarkan nilai-nilai Islam.
Seminar yang berisi paparan, tanya jawab serta diskusi yang mendatangkan narasumber Direktur Penais Kemenag RI Dr HA Juraidi Malkan MA, Dosen UIN Antasari Banjarmasin Ika Irayana MPd, serta Dosen PAI ULM Banjarmasin Gusti Husain Irhamna MPdI ini dengan target tergalinya informasi bagi stakeholders, lembaga pendidikan dan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan Alquran di daerah, khususnya bagi anak usia dini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.