Hari Habitat dan Hari Kota Digelar di TPA

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang berada di Desa Tabing Rimbah Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala (Batola) menjadi tempat digelarnya peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) tahun 2019, Kamis (31/10/2019).
Peringatan yang dirangkai kegiatan bersih-bersih yang diawali penyerahan sapu beserta kelengkapan pakaian kebersihan secara simbolis dari Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XI Banjarmasin Sugiyartanto kepada petugas disaksikan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, para anggota forkopimda, Pj Sekda Batola H Abdul Manaf, Kadis PUPR Saberi Thanoor, beserta jajaran.
Hari HHD dan HKD di Kecamatan Mandastana yang dihadiri Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI Banjarmasin, Sugiyartanto, Kepala Balai Sungai Wilayah I, Kepala Badiklat Wilayah VII Banjarmasin, Kabajaskon Wilayah V Banjarmasin, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jaskon Wilayah Kalsel, dan Kepala Balitbang Rawa Banjarmasin ini juga dirangkai peninjauan lokasi TPA Tabing Rimbah yang nampak terawat dan terkelola dengan baik serta rindang laksana memasuki taman.
Kesempatan peringatan ini pun dimanfaatkan Bupati Noormiliyani untuk menyampaikan permohonan terkait bidang KPU-an kepada sejumlah perwakilan pejabat pusat maupun provinsi yang hadir.
Untuk Bidang Sumber Daya Air, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu, memohon perehaban saluran daerah irigasi rawa (DIR) di delapan kecamatan di daerahnya. Untuk Bidang Cipta Karya, isteri anggota DPRD Provinsi Kalsel H Hasanuddin Murad itu memohon dibangunkankan saluran sampah TPA Tabing Rimbah, pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku dari Tabukan – Marabahan, serta pengembangan jaringan perpipaan di kawasan rawan air SPAM Anjir Muara – Anjir Pasar.
Sedangkan untuk Bidang Bina Marga, ia mengharapkan adanya pelebaran jalan mulai Handil Bakti sampai ruas 032 Rantau Badauh.
Menyinggung momen peringatan, bupati perempuan pertama di Kalsel itu mengatakan, HHD dan HKD yang ditetapkan PBB diperingati setiap 31 Oktober memiliki tujuan untuk mendorong komunitas internasional memikirkan isu-isu perkotaan di samping untuk mendorong kerjasama antarnegera untuk mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Terkait HKD, menurut Noormiliyani, kota merupakan tempat hidup dan aktivitas manusia yang sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk menyebabkan meningkatnya kebutuhan ruang. Namun pertumbuhan yang pesat tidak diimbangi penyediaan sarana prasarana ditambah minimnya pendapatan akan berdampak terjadinya kesenjangan dan berbagai permasalahan.
Di antaranya, tidak saja menurunkan fisik lingkungan, namun memunculkan lingkungan kumuh, permasalahan sosial ekonoi, hingga menimbulkan gejala penyakit masyarakat.
Di antara berbagai permasalahan di atas, sebut bupati, maka untuk menuju kota yang adil maka suatu kota harus dapat menyelamatkan masyarakat miskin dari belenggu kemiskinan yang tentunya berkaitan berbagai aspek pembangunan dan merupakan sistem interdependensi.
Dalam arti, konsep pembangunan perlu diarahkan pada peningkatan kesetaraan pembangunan antara kawasan perdesaan dengan kawasan perkotaan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.